Articles Open Access Terbit 18 September 2026

Dialog Reflektif Berbasis AI dalam Pendidikan Agama Islam: Menumbuhkan Sikap Moderasi Beragama dan Nalar Epistemik Kritis pada Mahasiswa Gen-Z

Penulis

Mochamad Syaifudin1*, Nur Hidayat2, Siti Fatimah3

  1. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Salatiga, Indonesia
  2. Fakultas Agama Islam, Universitas Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia
  3. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

* Penulis korespondensi: mochamad.syaifudin@karyanusantara.example

PDF (Inggris) Kutip

Abstrak

Proliferasi narasi sosio-keagamaan yang terkurasi secara algoritmik di ruang digital menghadirkan disrupsi baru bagi internalisasi moderasi beragama (wasathiyah) di kalangan mahasiswa Gen-Z. Model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) konvensional yang bercorak monolog normatif kerap belum mampu membangkitkan disonansi kognitif yang esensial untuk mematangkan nalar epistemik kritis. Studi ini mengonseptualisasikan dan menguji secara empiris kerangka pedagogi mutakhir: AI-Assisted Socratic Reflection (AI-ASR), di mana kecerdasan artifisial generatif difungsikan sebagai mitra dialektis mahasiswa untuk mendekonstruksi pemikiran biner-eksklusif dan memperkuat empat pilar moderasi beragama Kemenag (komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal). Melalui desain explanatory sequential mixed-methods pada tiga perguruan tinggi (N = 284), uji kuantitatif eksperimen semu menunjukkan peningkatan indeks moderasi beragama yang sangat signifikan (t(283) = 11.48, p < 0.001, Cohen's d = 0.78), dengan lompatan terbesar pada dimensi kerendahhatian epistemik (epistemic humility, d = 0.89) dan empati lintas kelompok (d = 0.81). Analisis semantik jaringan dan tematik terhadap 852 transkrip reflektif mengidentifikasi tiga trajektori transformasi: (1) disorientasi kognitif terhadap klaim teologis absolutistis, (2) perluasan hermeneutika menuju fikih kontekstual (fiqh al-waqi'), dan (3) habituasi nilai pluralisme kewargaan. Temuan ini menegaskan bahwa disrupsi AI dapat dialihwujudkan sebagai instrumen pedagogis strategis dalam mencetak generasi muslim terpelajar yang toleran, reflektif, dan berkemajuan.

Cara Mengutip

Syaifudin, M., Hidayat, N., & Fatimah, S. (2026). Dialog Reflektif Berbasis AI dalam Pendidikan Agama Islam: Menumbuhkan Sikap Moderasi Beragama dan Nalar Epistemik Kritis pada Mahasiswa Gen-Z. TARBIYAH: Nusantara Journal of Islamic Religious Education and Religious Moderation, 1(1), 1-18.

Biografi Penulis

  • Mochamad Syaifudin

    Dosen dan Peneliti pada Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Salatiga. Fokus riset mencakup pedagogi digital dan moderasi beragama.

  • Nur Hidayat

    Dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Boyolali. Meneliti sosiologi pendidikan Islam dan kohesi sosial dalam masyarakat majemuk.

  • Siti Fatimah

    Dosen dan Peneliti pada Jurusan Pendidikan Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mengkaji kurikulum PAI berbasis multikultural.